inggris kalah….

Posted in words on November 21, 2007 by rucknraw

dapat shift malam, finishing..inggris kalah…

MA’AF: Atas Nama Pengalaman

Posted in saduran on Oktober 26, 2007 by rucknraw

oleh
Pramoedya Ananta Toer
REPRODUCED FROM MAJALAH PROGRES, No. 2, 1992. Sudah terbit.

Sejak 17 Agustus 1945 aku menjadi warganegara Indonesia,
sebagaimana halnya dengan puluhan juta orang penduduk Indonesia
waktu itu. Waktu itu umurku 20. Tetapi aku sendiri berasal dari
etnik Jawa, dan begitu dilahirkan dididik untuk menjadi orang
Jawa, dibimbing oleh mekanisme sosial etnik ke arah ideal-ideal
Jawa, budaya dan peradaban Jawa. Kekuatan pendidikan yang
dominan dan massal adalah melalui sastra, lisan dan tulisan,
panggung, musik dan nyayian, yang membawakan cuplikan-cuplikan
dari Mahabharata: sebuah bangunan raksasa yang terdiri dari
cerita falsafi dan tatasusila, acuan-acuan religi, dan dengan
sendirinya resep-resep sosial dan politik. Enerzi, dayacipta,
pergulatan, telah dikerahkan berabad, melahirkan candi-candi dan
mythos tentang para raja yang sukses, dan mendesak dewa-dewa
setempat menjadi dewa-dewa kampung. Untuk itu “jutaan” manusia
sepanjang sejarah etnikku terbantai. Tentu saja tidak angka
resmi bisa ditampilkan. Yang jelas, sejalan dengan pendapat
pakar Cornell, Ben Anderson, klimaks Mahabharata adalah “mandi
darah saudara-saudara sendiri”. Memang pada jamannya sendiri
bangsa-bangsa lain juga pernah mengalami peradaban dan budaya
‘kampung’ demikian. Yang berhasil keluar dari kungkungannya,
jadilah bangsa yang merajai dunia.
Baca selebihnya »

DJAKARTA

Posted in saduran on Oktober 2, 2007 by rucknraw

PRAMOEDYA ANANTA TOER

Almanak Seni 1957

Sekarang tiba gilirannja: dia djuga mau pergi ke Djakarta.

Aku takkan salahkan kau, mengapa kau ingin djadi wargakota Djakarta pula. Besok atau lusa keinginan dan tjita itu akan timbul djuga. Engkau di pedalaman terlampau banjak memandang ke Djakarta. Engkau bangunkan Djakarta dalam anganmu dengan segala kemegahan jang tak terdapat di tempatmu sendiri. Kau gandrung padanja. Kau kumpulkan tekat segumpil demi segumpil. Baca selebihnya »